Kolaborasi Sukseskan Rumah Bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas'ud menegaskan dukungannya atas Program 3 Juta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program andalan Presiden Prabowo Subianto dalam kelola Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) itu memberi banyak fasilitas dan kemudahan.
Kementerian PKP sendiri mengalokasikan 10.000
unit rumah di Kaltim. Kesempatan ini
menurut Gubernur Rudy Mas'ud harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh
warga Kaltim. Apalagi, masih banyak masyarakat Kaltim yang belum memiliki
rumah.
"Pemprov Kaltim sangat mendukung program
nasional pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah
(MBR) ini," tegas Gubernur Rudy Mas'ud saat memimpin Rapat Koordinasi
Bedah Rumah di VIP Room Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Selasa (22/9/ 2026).
Gubernur Rudy Mas'ud menilai program ini
sangat penting karena secara langsung akan mengentaskan kemiskinan dengan
membantu menyiapkan papan (rumah) bagi masyarakat. Dengan demikian, kualitas
hidup masyarakat juga akan lebih baik.
Ditambahkan Gubernur, Pemprov Kaltim sendiri
menyiapkan bantuan Gratis Biaya Administrasi (GBA) untuk MBR sebesar Rp10 juta
per unit. Dan Kaltim menjadi
satu-satunya provinsi di Indonesia yang memberikan gratis biaya administrasi
untuk rumah subsidi.
Gubernur Rudy Mas'ud mengajak semua
berkolaborasi untuk mewujudkan sukses pembangunan rumah bersubsidi ini, meski
diakuinya kendala yang dihadapi sangat beragam.
Alokasi pusat sebanyak 10.000 rumah bersubsidi
semestinya bisa dinikmati masyarakat Kaltim dengan kolaborasi pemerintah
daerah, pusat melalui Balai PKP Kalimatan 2, asosiasi developer dan perbankan,
khususnya Bankaltimtara.
"Untuk KUR perumahan dan KPR subsidi
minimal 2.000 bisa kita wujudkan. Lebih bagus lagi kalau bisa tembus 7.000
sampai 10.000. Dengan begitu akan lebih
banyak warga Kaltim yang memiliki rumah," harap Gubernur Rudy Mas'ud.
Gubernur juga menegaskan Pemprov Kaltim siap
mendukung para pengembang atau developer dalam membangun perumahan bersubsidi
untuk rakyat.
Menurut Gubernur, para developer harus bergembira karena
pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi sangat fokus dalam pembangunan
rumah bersubsidi ini dengan menyiapkan paket bantuan subsidi dan subsidi bunga.
"Semoga mendapat keberkahan dalam upaya
penyediaan rumah bersubsidi dan bedah rumah tidak layak huni. Semoga makin
banyak untungnya dan makin banyak bedah rumah dan rumah subsidi yang bisa
direalisasikan," harap Gubernur Rudy Mas'ud lagi.
Sementara untuk program Balai PKP Kalimatan 2,
realisasi dari target 3,741 rumah baru tercapai 379 rumah. Gubernur berharap
tahun ini target tersebut bisa dicapai sehingga bisa lebih banyak masyarakat
Kaltim bisa menikmati bedah rumah.
"Kemarin masih ada transisi peraturan,
sehingga realisasi kami agak lambat. Ke
depan akan lebih kami tingkatkan," kata Kepala Balai PKP Kalimatan 2
Mustofa Otfan.
Sementara untuk pembangunan perumahan
bersubsidi oleh developer, Gubernur Rudy Mas'ud menyarankan agar tidak
dilakukan di dekat area operasional tambang batu bara.
"Saran saya, pembangunan perumahan agak
jauh dari pertambangan batu bara. Sebab pencemaran batu bara sangat mengganggu
udara dan air. Potensinya menyebabkan
penyakit jantung dan TBC. Debu tambang dampaknya sangat buruk bagi kesehatan
manusia," pesan Rudy.
Rapat dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra
Aji Muhammad Fitra Firnanda, Plt Kepala Dinas PUPR Irhamsyah dan pengurus REI,
Himpera dan Apersi.(mar)